Tampilkan postingan dengan label Pemeriksaan Urin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemeriksaan Urin. Tampilkan semua postingan

Pemeriksaan Keton Urine

3 komentar
Tujuan Pemeriksaan Keton
Dimana Sodium Nitroprussida yang ditambahkan ke dalam urine akan bereaksi dengan keton bodies/aceton dalam suasana alkalis akan menghasilkan cincin ungu

Metode Pemeriksaan Keton
Test Rothera

Prinsip Pemeriksaan Keton
Untuk mengetahui adanya keton dalam urine

Bahan Pemeriksaan
Urine segar

Prosedur Pemeriksaan
5ml urine ditambahkan 1gr reagen Rothera, kocok sampai larut
Tambahkan 1-2 ml NH4OH pekat melalui dinding tabung keatas amonium hidroksida jenuh 6% . harus membentuk lapisan
Tegakkan tabung dan baca hasilnya setelah 3 menit
(+) warna ungu kemerah-merahan
(-) warna coklat

Catatan :
- Normal keton dalam darah = 1mg/100 ml darah
- Normal keton dalam urine = 1mg/24 jam
- Syarat utama pemeriksaan keton adalah pemeriksaan harus cepat dan menggunakan urine segar
- Metode pemeriksaan keton = Rothera dan Gerharl
- Positif palsu dapat terjadi akibat NaHCO3, Fenol,Salicylat dan Antiphirin
Read More >>

Pemeriksaan Bilirubin Urine

0 komentar
Tujuan Pemeriksaan Bilirubin
Untuk mengetahui adanya Bilirubin di dalam urin, untuk mendiagnosa faal hati

Metode Pemeriksaan Bilirubin 1
Test Horison

Prinsip Pemeriksaan Bilirubin
Adanya Bilirubin dalam urin akan dioksidasi oleh reagen Fauchet menjadi biliverdin yang berwarna hijau , dimana sebelumnya bilirubin diendapkan oleh Barium Chlorida.

Bahan Pemeriksaan
Urin segar

Prosedur Pemeriksaan
5ml urine ditambahkan 5ml Barium Chlorida 10%
Campur dan saring pada kertas saring berisi presipitat, biarkan agak kering
Tambahkan 2-3 tetes reagen Fauchet diatas kertas saring
Adanya warna hijau menandakan adanya bilirubin


Metode Pemeriksaan Bilirubin 2
Test Busa

Prinsip Pemeriksaan Bilirubin
Adanya Bilirubin dalam urin akan dioksidasi bila dilakukan pengocokan, timbul busa kuning yang tidak segera hilang

Bahan Pemeriksaan
Urin segar

Prosedur Pemeriksaan
5ml urine segar kemudian kocok kuat , jika timbul busa kuning, tanda bilirubin masih ada

Metode Pemeriksaan Bilirubin 3
Lugol Iodin Test

Prinsip Pemeriksaan Bilirubin

Dimana Iodin ditambahkan kedalam urine yang mengandung pigmen empedu akan membentuk warna hijau

Bahan Pemeriksaan
Urin segar

Prosedur Pemeriksaan
4ml urine ditambahkan 4 tetes larutan Lugol Iodin
Kocok tabung pelan-pelan dan lihat perubahan warna yang terjadi
(+) warna hijau
(-) warna coklat atau kuning

Metode Pemeriksaan Bilirubin 4Gmelin Test

Prinsip Pemeriksaan Bilirubin
Adanya bilirubin dalam urine akan dioksidasi oleh reagen asan nitrat dan terjadi warna pelangi

Bahan Pemeriksaan
Urin segar

Prosedur Pemeriksaan
2ml urine ditambahkan tetes demi tetes asam nitrat pekat melalui dinding tabung reaksi 1-2 ml
Letakkan tabung dalam posisi tegak dan liht apakah terbentuk cincin berwarna pelangi

Catatan :

- reagen Fauchet = Asam asetat 25 gr,Aquadest 100ml,Larutan FeCl3 10ml
- Benda dalam Keton = Aceton,Asam asetat, B hidro butiric acid
- Fungsi penambahan BaCl2 untuk mengendapkan bilirubin
- Fungsi penambahan reagen Fauchet untuk mengoksidasi bilirubin menjadi biliverdin yang berwarna hijau
- Adanya bilirubin dalam urine adalah keadaan yang tidak normal
Read More >>

Pemeriksaan Urobilin Urine

0 komentar
Tujuan Pemeriksaan Urobilin
Untuk mengetahui adanya urobilin pada urin

Metode Pemeriksaan Urobilin
Schlesinger

Prinsip Pemeriksaan Urobilin
Reaksi antara urobilin dengan reagen Schlesinger akan membentuk fluorocensi berwarna hijau terang. Dimana penambahan Lugol pada pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengoksidasi urobilinogen karena dalam urine segar tidak ada urobilin.

Bahan Pemeriksaan Urobilin
Urine segar

Prosedur Pemeriksaan Urobilin
5ml urine ditambahkan 5 tetes lugol biarkan sekitar 5 menit
Tambahkan reagen Schlesinger
Lihat apakah terbentuk fluorecensi hijau terang (lihat dengan latar belakng gelap)

Catatan :
Pada keadaan normal didapatkan urobilin
Positif palsu dapat diakibatkan oleh Riboflavin aktiflavin, chloroform, Eosin dan Eritrosin
Macam metode pemeriksaan urobilin adalah Metode Schlesinger dan Metode Nouman test.
Reagen Schlesinger = Zink Acetat jenuh dalam Alk,amoniak,iodium 1%
Read More >>

Pemeriksaan Urobilinogen

1 komentar
Tujuan Pemeriksaan Urobilinogen
Untuk mengetahui adanya urobilinogen di dalam urin

Metode Pemeriksaan Urobilinogen
Erlich

Prinsip Pemeriksaan Urobilinogen
Adanya urobilinogen dalam urin akan dioksidasi oleh reagen Erlich menjadi zat berwarna merah

Bahan Pemeriksaan
Urin segar

Prosedur Pemeriksaan
5ml urin ditambah 0,5 reagen Erlich dibiarkan 5 menit sampai terjadi warna merah dilihat dari atas permukaan tabung

Catatan
- Normal urobilinogen ada dalam urine ± 1-4 mg/hari
- Urobilinogen ditemukan tinggi pada keadaan anemia,kelaian hati
- Urobilinogen ditemukan rendah pada keadaan ganguan ekskresi
- 3 macam metode pemeriksaan urobilinogen yaitu Erlich, Wallace and Diamond dan metode carik celup
Read More >>

Reduksi Urine

0 komentar
Prinsip pemeriksaaan Reduksi Urine
Zat pereduksi dalam urin dapat mereduksi ion-ion logam tertentu dalam larutan basa dalam test benedict dan fehling. Glukosa dan bahan-bahan pereduksi dalam urin akan mereduksi cupri sulfat yang berwarna hijau menjadi cupro oksida yang berwarna merah dalam suasana alkali

Tujuan pemeriksaaan Reduksi Urine
Menentukan adanya glukosa dalam urin secara semi kuantitatif

Prosedur pemeriksaaan Reduksi Urine
1. Dengan Reagen Benedict
- Siapkan dua buah tabung reaksi . Tabung I nanti akan digunakan untuk kontrol (diisi dengan urine saja)
- Tabung II diisi 5 ml reagen benedict ditambahkan 8 tetes urin
- Panaskan tabung diamati adanya kekeruhan (amati setelah dingin)

2. Dengan Larutan Fehling
- Siapkan dua buah tabung reaksi . Tabung I nanti akan digunakan untuk kontrol (diisi dengan urine saja)
- Tabung II diisi 2 ml Fehling A + 2 ml Fehling B ditambahkan 1 ml urin
- Panaskan tabung diamati adanya kekeruhan



Interpretasi hasil
(-) Tetap biru jernih atau sedikit kehijauan dan agak keruh
(+) Hijau kekuningan dan keruh. Kadar glukosa ± 0,5 - 1 %
(++) Kuning keruh. Kadar glukosa ± 1 - 1,5 %
(+++) Jingga atau berwarna seperti lumpur keruh . Kadar glukosa ± 2 - 3,5 %
(++++) Merah keruh atau seperti warna bata. Kadar glukosa > 3,5%

Catatan :
- Harga normal :
Urin normal bila test negatif

- Kesalahan yang sering terjadi :
* terlalu lama memanaskan
* urin yang diteteskan terlalu banyak
* Setelah dipanaskan , tabung tidak dikocok sehingga reaksi tidak merata.
Read More >>

Protein Urine

0 komentar
Prinsip pemeriksaaan Protein Urine
Untuk menyatakan adanya protein urin berdasarkan pada timbulnya kekeruhan yang mana percobaan dengan pemberian suatu asam akan lebih mendekatkan ketitik isoelektriks dari protein. Pemanasan selanjutnya untuk mengadakan denaturasi sehingga terjadi presipitasi yang dinilai secara semikuantitatif.

Tujuan pemeriksaaan Protein Urine
Menentukan adanya protein dalam urin secara semi kuantitatif

Prosedur pemeriksaaan Protein Urine
1. Dengan Asam Sulfosalysyl 20%
- Siapkan dua buah tabung reaksi . Tabung I nanti akan digunakan untuk kontrol (diisi dengan urine saja)
- Tabung II diisi 2 ml urine ditambahkan 8 tetes Asam Sulfosalysyl 20%
- Panaskan tabung diamati adanya kekeruhan

2. Dengan Asam Acetat 6%
- Siapkan dua buah tabung reaksi . Tabung I nanti akan digunakan untuk kontrol (diisi dengan urine saja)
- Tabung II diisi 2 ml urine ditambahkan 4 tetes Asam Acetat 6%
- Panaskan tabung diamati adanya kekeruhan

3. Test Heller
Prinsip pemeriksaan : adanya protein urine dapat bereaksi denga HNO3 pekat dan akan membentuk cincin putih
Prosedur pemeriksaan
- 1 ml HNO3 pekat dimasukkan tabung reaksi
- tambahkan urine pelan-pelan lewat dinding tabung reaksi
- Jika dalam urin terdapat protein maka akan terbentuk cincin putih


Interpretasi hasil
(-) Tidak ada kekeruhan
(+) Ada kekeruhan ringan tanpa ada butir. Kadar protein ± 0,001 - 0,05 %
(++) Kekeruhan mudah dilihat tampak butir-butir. Kadar proten ± 0,05 - 0,2 %
(+++) Urin jelas keruh dan berkeping-keping . Kadar protein ± 0,2 - 0,5 %
(++++) Urin sangat keruh dan berkeping-keping besar/ bergumpal. Kadar protein > 0,5%

Catatan :
- Syarat urine yang digunakan harus jernih
Read More >>

Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 3

0 komentar
Sambungan dari Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 2

Pelaporan Pemeriksaan Sedimen Urine
1. Jumlah rata-rata lekosit dan eritrosit dilaporkan per lapangan pandang besar (LPB)
2. Untuk lain-lain unsur sedimen dilaporkan rata-rata per lapangan pandang kecil (LPK) dengan :
+ (bila jumlahnya sedikit ), ++ (bila jumlahnya banyak ), +++ (bila jumlahnya banyak sekali)


Catatan :
1. Harga normal :
Eritrosit : 0-1 buah / LPB ( Lapangan Pandang Besar )
Lekosit : 0-3 buah / LPB ( Lapangan Pandang Besar )

2.Periksalah keasaman urine, jika bersifat basa maka tambahkanlah sedikit asam asetat untuk melarutkan sebagian fosfat. Sedang jika bersifat asam maka urin dipanasi sedikit agar sebagian asam urin dapat larut.

3. Kesalahan yang sering terjadi :
- Urin tidak dicampur rata terlebih dahulu sebelum dicentrifuge sehingga sedimen ketinggalan di dasar botol penampung
- Cahaya yang masuk mikroskop terlalu terang sehingga unsur halus tidak terlihat
- Pemeriksaan hanya dilakukan dengan obyektif 40x
- Tidak menggunakan urine segar


Read More >>

Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 2

0 komentar

Menyambung posting sebelumnya yaitu Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 1 Sedimen urine yang mungkin ditemukan :

1. Sel Epitel
Ukuran dan bentuknya bermacam-macam, tergantung dari asalnya.Ada yang berukuran besar dan bentuknya segi empat( skuamus), berbentuk lonjong dengan ujung lancip (sel kandung kencing), berukuran kecil dengan granula (sel ginjal ) dan lain-lain.

2. Eritrosit
Berbentuk bulan, transparan kehijau-hijauan.Tepinya dapat rata, keriput atau menggembung.Ukuran 5-10 µm.

3. Lekosit
Sendiri-sendiri atau berkelompok.Bentuknya bulat, granula terlihat jelas.Inti kadang-kadang dapat terlihat.Tepi dapat rata atau keriput.Ukuran 10-15 µm.

4. Silinder Silinder hialin :
transparan (tembus cahaya) , ujung bulat. Silinder granular : warna kuning, bergranula besar dan ujung bulat.

5. Kristal :
Kristal oksalat : bentuknya seperti amplop (kubus) ukuran 10-20 µm.
Kristal tripel phospat : bentuknya 4 persegi panjang, tidak berwarna, ukuran 30-150 µm.
Kristal asam urat : bentuknya bermacam-macam (persegi panjang,kubus dan lain) , berwarna kuning atau merah bata .Ukuran 30-150 µm.

6. Jamur
Bentuknya bulat atau lonjong,kadang-kadang terlihat tonjolan. Ukuran bermacam-macam (5-12 µm)

7. Trichomonas
Berbentuk bulat dengan 4 buah flagel atau lebih.Ukuran 2x ukuran eritrosit (15 µm). Terlihat bergerak)

8. Spermatozoa
Terdiri dari kepala dan ekor. Kadang -kadang masih bergerak.

Bersambung ...
Read More >>

Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 1

0 komentar

Prinsip Pemeriksaan :
Berat jenis unsur-unsur sedimen organik dan non-organik lebih besar daripada jenis urine sehingga dengan sentrifugasi maka zat-zat tersebut akan mengendap

Tujuan Pemeriksaan :
 Menemukan adanya unsur-unsur sedimen organik dan tak organik dalam urine secara mikroskopik.

Persiapan pasien :
Pasien dilarang mengkonsumsi obat-obat sulfa

Alat yang dipakai :
- Sentrifus
- Mikroskop
- Kaca objek
- Kaca penutup
- Pipet

Prosedur Pemeriksaan :
a. Kocok urine dalam botol agar bila ada sedimen akan tercampur rata
b. Masukkan 5ml urine yan telah dicampur rata kedalam tabung sentrifus.Kemudian sentrifus selama 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm
c. Tuanglah cairan bagian atas sehingga volume cairan dan sedimen menjadi kira-kira 1 ml atau 1/2 ml. Kocoklah tabung untuk mencampur kembali sedimen
d. Dengan menggunakan pipet,taruhlah 1 tetes sedimen disebelah kanan dan 1 tetes disebelah kiri kaca objek. Tutuplah masing-masing tetesan dengan kaca penutup.
e. Periksa dibawah mikroskop, mula-mula gunakan pembesaran objektif 10x (lapangan pandang kecil,LPK), kemudian dengan pembesaran objektif 40x (lapangan pandang besar,LPB). Diamati beberapa lapang pandang (1-10 lapang pandang)
Bersambung ... 
Read More >>

Pemeriksaan Keasaman / pH Urine

0 komentar

Prinsip pemeriksaan
Perubahan warna pada kertas indikator bila dalam suasana keasaman tertentu

Tujuan
Untuk mengetahui derajat keasaman urine

Persiapan pasien
Tidak diperlukan persiapan khusus

Alat yang diperlukan
Kertas lakmus merah/biru

Cara pemeriksaan
- Kertas lakmus merah atau biru dibasahi dengan urine yang diperiksa
- Ditunggu selama 1 menit, perhatikan perubahan warna yang terjadi

Pelaporan
- Reaksi urine asam : jika lakmus biru menjadi merah
- Reaksi urine basa : jika lakmus merah berubah menjadi warna biru
- Reaksi urine netral : jika lakmus merah/biru tidak mengalami perubahan warna
Read More >>

Kejernihan Urine

1 komentar

Prinsip pemeriksaan
Memeriksa kejernihan urine secara langsung

Tujuan
Untuk menentukan apakah urine tersebut keruh pada waktu dikeluarkan atau setelah didiamkan

Persiapan pasien
Pasien jangan terlalu banyak makan protein

Alat yang diperlukan
Tabung reaksi

Cara pemeriksaan
- Masukkan urine kedalam tabung reaksi sebanyak 3/4 bagian tabung
- Dilihat dengan latar belakang hitam dan dengan penerangan cahaya matahari atau lampu yang terang
- Dilihat kejernihannya apakah terdapat kekeruhan

Pelaporan
Dinyatakan dengan jernih,agak keruh,keruh, atau sangat keruh

Catatan
a. Nilai Normal
Urine yang baru dikeluarkan tidak berwarna atau jernih

b. Kesalahan yang terjadi disebabkan karena
- Tabung reaksi kotor
- Melihat tidak ditempat yang terang
Read More >>

Bau Urine

0 komentar

Prinsip pemeriksaan
Adanya bau yang ada cukup bermakna dalam membantu diagnosa

Tujuan pemeriksaan
Mengetahui bau urine

Cara pemeriksaan
- Masukkan sampel urine kedalam tabung reaksi yang bersih sebanyak 3/4 bagian tabung
- Dibau sampel urine yang berada dalam tabung reaksi
Read More >>

Warna Urine

0 komentar


Prinsip pemeriksaan
Menggambarkan rupa urine, dilakukan secepatnya setelah urine dikeluarkan, dengan cahaya tembus urine dinyatakan dengan kuning,coklat, jernih atau keruh pada waktu dikeluarkan.

Tujuan pemeriksaan
Untuk mengetahu warna urine

Prosedur pemeriksaan
- Masukkan sampel urine kedalam tabung reaksi yang bersih sebanyak 3/4 bagian tabung
- Sampel urine dilihat dengan posisi miring pada cahaya tembus (matahari / lampu yang terang)

Pelaporan
Dinyatakan dengan tidak berwarna,kuning muda, kuning bercampur merah, merah, putih serupa susu dan lain-lain.

Catatan
a. Nilai normal : warna kuning muda sampai kuning tua
b. Kesalahan yang terjadi disebabkan karena hal berikut :
- Melihat warna urine tidak pada tempat yang terang
- Terlambat melakukan pemeriksaan, sehingga warna menjadi gelap
c. Zat yang mempengaruhi warna urine
- Kuning : Urobilin urochrom (Bilirubin)
- Hijau : Indicant (Methylene Blue & Evan's Blue)
- Coklat : Urobilin (Bilirubin,Hematin,Porfobilin)
- Merah : Uroeritrin (Hb, Porfirin)
- Putih susu : Urat, Phosphat (Pus, Getah Phosphat)
Read More >>

Volume Urin

0 komentar

Tujuan Pemeriksaan Volume Urin :
Mengetahui daya kerja ginjal

Prinsip pemeriksaan :
Banyaknya urin yang dikeluarkan ginjal dalam 24 jam. Tergantung dari beberapa faktor dan pembacaannya pada miniscus bawah dari gelas ukur.

Prosedur pemeriksaan :
  1. Pada jam/ waktu hari pertama,pasien kencing dan specimen dibuang, waktu kencing dicatat pada tempat penampung.
  2. Semua specimen setelah itu dikumpulkan denga hati-hati ke dalam wadah selama 24 jam berikutnya
  3. specimen yang terakhir tepat 24 jam sesudah kencing yang pertama kali ditamp[ung
  4. Ukur volumenya dengan gelas ukur
Read More >>

Berat Jenis Urin

0 komentar

Prinsip pemeriksaan :
Berat jenis urin diukur dengan urinometer dengan skala 1.000 - 1.060 (Berat jenis Ag:1.060 pada suhu 20º celcius) dimana berat jenis urin harus diperhatikan kondisinya terhadap hasil yang diperoleh

Prosedur pemeriksaan :
40 ml urin masukkan gelas ukur
Lepas pelan-pelan urinometer ke dalam gelas ukur

Pembacaan :
Rumus : Berat jenis terbaca + (suhu kamar - suhu kamr)/3 x 0,001

contoh aplikasi soal :
Suhu kamar : 33º C
Suhu tera : 20º C
Berat jenis terbaca : 1,011

Berat jenis :
=Berat jenis terbaca + (suhu kamar - suhu kamar)/3 x 0,001
=1,011 + (33-20)/3 x 0,001
=1,015
Read More >>

Macam-macam Sampel Urin

0 komentar

Untuk pemeriksaan urin ada beberapa jenis sampel urin, yaitu :
  1. Urine sewaktu (untuk berbagai pemeriksaan)
  2. Urine 24 jam (untuk pemeriksaan metabolisme)
  3. Urine 3 gelas untuk laki-laki
  4. Urine post prandial (untuk pemeriksaan glukosa)
  5. Urine pagi (untuk pemeriksaan sedimen dan kehamilan)
  6. Urine kumpulan
Read More >>

Pengambilan Sampel Urin

0 komentar
Jenis urin yang diperlukan untuk pemeriksaan di laboratorium yaitu :
a. Urine sewaktu :
yaitu urin yang dikeluarkan pada waktu yang tidak ditentukan (sewaktu-waktu)
Digunakan untuk bermacam-macam pemeriksaan

b. Urin pagi :
yaitu urin yang pertama-tama dikeluarkan pada pagi hari setelah bangun tidur pagi hari.
Baik digunakan untuk pemeriksaan berat jenis,protein, dan sedimen.

Wadah pengambilan/pengumpulan urin
Syarat :
 * bermulut lebar dan dapat ditutup rapat  misalnya pot/tempat bekas obat
 * harus bersih dan kering
 * wadah diberi label identitas pasien misalnya nama pasien,nomor register,tanggal

Volume sampel urin
Volume urin yang ditampung sekitar 20ml, kecuali untuk pemeriksaan berat jenis diperlukan volume urin kira-kira 50ml.
Sebaiknya urin segera diperiksa, apabila pemeriksaan terpaksa ditunda maka sebaiknya urin tersebut disimpan dalam lemari es dengan suhu sekitar 4 derajat celcius atau dimasukkan ke dalam termos berisi es batu
Read More >>
Copyright © Analis Kesehatan