Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 3

0 komentar
Sambungan dari Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 2

Pelaporan Pemeriksaan Sedimen Urine
1. Jumlah rata-rata lekosit dan eritrosit dilaporkan per lapangan pandang besar (LPB)
2. Untuk lain-lain unsur sedimen dilaporkan rata-rata per lapangan pandang kecil (LPK) dengan :
+ (bila jumlahnya sedikit ), ++ (bila jumlahnya banyak ), +++ (bila jumlahnya banyak sekali)


Catatan :
1. Harga normal :
Eritrosit : 0-1 buah / LPB ( Lapangan Pandang Besar )
Lekosit : 0-3 buah / LPB ( Lapangan Pandang Besar )

2.Periksalah keasaman urine, jika bersifat basa maka tambahkanlah sedikit asam asetat untuk melarutkan sebagian fosfat. Sedang jika bersifat asam maka urin dipanasi sedikit agar sebagian asam urin dapat larut.

3. Kesalahan yang sering terjadi :
- Urin tidak dicampur rata terlebih dahulu sebelum dicentrifuge sehingga sedimen ketinggalan di dasar botol penampung
- Cahaya yang masuk mikroskop terlalu terang sehingga unsur halus tidak terlihat
- Pemeriksaan hanya dilakukan dengan obyektif 40x
- Tidak menggunakan urine segar


Read More >>

Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 2

0 komentar

Menyambung posting sebelumnya yaitu Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 1 Sedimen urine yang mungkin ditemukan :

1. Sel Epitel
Ukuran dan bentuknya bermacam-macam, tergantung dari asalnya.Ada yang berukuran besar dan bentuknya segi empat( skuamus), berbentuk lonjong dengan ujung lancip (sel kandung kencing), berukuran kecil dengan granula (sel ginjal ) dan lain-lain.

2. Eritrosit
Berbentuk bulan, transparan kehijau-hijauan.Tepinya dapat rata, keriput atau menggembung.Ukuran 5-10 µm.

3. Lekosit
Sendiri-sendiri atau berkelompok.Bentuknya bulat, granula terlihat jelas.Inti kadang-kadang dapat terlihat.Tepi dapat rata atau keriput.Ukuran 10-15 µm.

4. Silinder Silinder hialin :
transparan (tembus cahaya) , ujung bulat. Silinder granular : warna kuning, bergranula besar dan ujung bulat.

5. Kristal :
Kristal oksalat : bentuknya seperti amplop (kubus) ukuran 10-20 µm.
Kristal tripel phospat : bentuknya 4 persegi panjang, tidak berwarna, ukuran 30-150 µm.
Kristal asam urat : bentuknya bermacam-macam (persegi panjang,kubus dan lain) , berwarna kuning atau merah bata .Ukuran 30-150 µm.

6. Jamur
Bentuknya bulat atau lonjong,kadang-kadang terlihat tonjolan. Ukuran bermacam-macam (5-12 µm)

7. Trichomonas
Berbentuk bulat dengan 4 buah flagel atau lebih.Ukuran 2x ukuran eritrosit (15 µm). Terlihat bergerak)

8. Spermatozoa
Terdiri dari kepala dan ekor. Kadang -kadang masih bergerak.

Bersambung ...
Read More >>

Pemeriksaan Sedimen Urine Bagian 1

0 komentar

Prinsip Pemeriksaan :
Berat jenis unsur-unsur sedimen organik dan non-organik lebih besar daripada jenis urine sehingga dengan sentrifugasi maka zat-zat tersebut akan mengendap

Tujuan Pemeriksaan :
 Menemukan adanya unsur-unsur sedimen organik dan tak organik dalam urine secara mikroskopik.

Persiapan pasien :
Pasien dilarang mengkonsumsi obat-obat sulfa

Alat yang dipakai :
- Sentrifus
- Mikroskop
- Kaca objek
- Kaca penutup
- Pipet

Prosedur Pemeriksaan :
a. Kocok urine dalam botol agar bila ada sedimen akan tercampur rata
b. Masukkan 5ml urine yan telah dicampur rata kedalam tabung sentrifus.Kemudian sentrifus selama 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm
c. Tuanglah cairan bagian atas sehingga volume cairan dan sedimen menjadi kira-kira 1 ml atau 1/2 ml. Kocoklah tabung untuk mencampur kembali sedimen
d. Dengan menggunakan pipet,taruhlah 1 tetes sedimen disebelah kanan dan 1 tetes disebelah kiri kaca objek. Tutuplah masing-masing tetesan dengan kaca penutup.
e. Periksa dibawah mikroskop, mula-mula gunakan pembesaran objektif 10x (lapangan pandang kecil,LPK), kemudian dengan pembesaran objektif 40x (lapangan pandang besar,LPB). Diamati beberapa lapang pandang (1-10 lapang pandang)
Bersambung ... 
Read More >>

Pemeriksaan Keasaman / pH Urine

0 komentar

Prinsip pemeriksaan
Perubahan warna pada kertas indikator bila dalam suasana keasaman tertentu

Tujuan
Untuk mengetahui derajat keasaman urine

Persiapan pasien
Tidak diperlukan persiapan khusus

Alat yang diperlukan
Kertas lakmus merah/biru

Cara pemeriksaan
- Kertas lakmus merah atau biru dibasahi dengan urine yang diperiksa
- Ditunggu selama 1 menit, perhatikan perubahan warna yang terjadi

Pelaporan
- Reaksi urine asam : jika lakmus biru menjadi merah
- Reaksi urine basa : jika lakmus merah berubah menjadi warna biru
- Reaksi urine netral : jika lakmus merah/biru tidak mengalami perubahan warna
Read More >>

Kejernihan Urine

1 komentar

Prinsip pemeriksaan
Memeriksa kejernihan urine secara langsung

Tujuan
Untuk menentukan apakah urine tersebut keruh pada waktu dikeluarkan atau setelah didiamkan

Persiapan pasien
Pasien jangan terlalu banyak makan protein

Alat yang diperlukan
Tabung reaksi

Cara pemeriksaan
- Masukkan urine kedalam tabung reaksi sebanyak 3/4 bagian tabung
- Dilihat dengan latar belakang hitam dan dengan penerangan cahaya matahari atau lampu yang terang
- Dilihat kejernihannya apakah terdapat kekeruhan

Pelaporan
Dinyatakan dengan jernih,agak keruh,keruh, atau sangat keruh

Catatan
a. Nilai Normal
Urine yang baru dikeluarkan tidak berwarna atau jernih

b. Kesalahan yang terjadi disebabkan karena
- Tabung reaksi kotor
- Melihat tidak ditempat yang terang
Read More >>

Bau Urine

0 komentar

Prinsip pemeriksaan
Adanya bau yang ada cukup bermakna dalam membantu diagnosa

Tujuan pemeriksaan
Mengetahui bau urine

Cara pemeriksaan
- Masukkan sampel urine kedalam tabung reaksi yang bersih sebanyak 3/4 bagian tabung
- Dibau sampel urine yang berada dalam tabung reaksi
Read More >>

Warna Urine

0 komentar


Prinsip pemeriksaan
Menggambarkan rupa urine, dilakukan secepatnya setelah urine dikeluarkan, dengan cahaya tembus urine dinyatakan dengan kuning,coklat, jernih atau keruh pada waktu dikeluarkan.

Tujuan pemeriksaan
Untuk mengetahu warna urine

Prosedur pemeriksaan
- Masukkan sampel urine kedalam tabung reaksi yang bersih sebanyak 3/4 bagian tabung
- Sampel urine dilihat dengan posisi miring pada cahaya tembus (matahari / lampu yang terang)

Pelaporan
Dinyatakan dengan tidak berwarna,kuning muda, kuning bercampur merah, merah, putih serupa susu dan lain-lain.

Catatan
a. Nilai normal : warna kuning muda sampai kuning tua
b. Kesalahan yang terjadi disebabkan karena hal berikut :
- Melihat warna urine tidak pada tempat yang terang
- Terlambat melakukan pemeriksaan, sehingga warna menjadi gelap
c. Zat yang mempengaruhi warna urine
- Kuning : Urobilin urochrom (Bilirubin)
- Hijau : Indicant (Methylene Blue & Evan's Blue)
- Coklat : Urobilin (Bilirubin,Hematin,Porfobilin)
- Merah : Uroeritrin (Hb, Porfirin)
- Putih susu : Urat, Phosphat (Pus, Getah Phosphat)
Read More >>
Copyright © Analis Kesehatan